KETIKA “SAHABATKU” MULAI TERGANTIKAN “TEMAN FB-KU”

Posted on April 27, 2011

2


Maraknya penggunaan internet untuk berkomunikasi secara personal terutama melalui facebook dalam kehidupan sehari-hari seringkali memperlihatkan ‘pemandangan aneh’. Misalnya, orang-oramg yamg secara fisik berada dalam jarak yang sangat dekat bahkan dalam satu ruangan berkomunikasi melalui facebook. Apalagi bagi remaja, facebook adalah sebuah rutinitas dan bukannya suatu kegiatan yang dilakukan hanya untuk membunuh rasa bosan. Bayangkan saja, entah sedang di sekolah, pergi keluar rumah bahkan sampai ke kamar mandipun mereka tidak bisa lepas dari apa yang di namakan facebook. Jejaring sosial yang diciptakan oleh Mark Zuckerbeg ini agaknya sedang menjadi sebuah trend di  seluruh dunia.

Tetapi perlu di ketahui, merujuk dari sumber tulisan Guy Lecky-Thompson, bahwa facebook bisa merubah cara orang berinteraksi bahkan kemungkinan akan mempengaruhi evolusi interaksi sosial. Kurangnya komunikasi face to face (tatap muka) secara tidak langsung telah mengikis keterampilan seperti kemampuan untuk membaca bahasa tubuh dan fasilitas-fasilitas komunikasi tidak langsung lainnya. Lihat saja, dimana pun kaki melangkah kamu akan menemukan seseorang yang sedang sibuk memainkan laptopnya atau mungkin ponselnya dan tidak mengetahui kehadiran orang-orang di sekitarnya. Keadaan ini secara tidak langsung mengakibatkan berkurangnya tingkat keaktaban dan kepekaan interpersonal pada para pelakunya. Teman-teman yang berada di sampingnya tidak terlihat tetapi orang yang berada jauh entah dimana terlihat. Seperti kata pepatah “Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, tetapi semut di seberang lautan terlihat”. Seorang “sahabat” sekarang ini mulai tergantikan dengan “teman fb’. Ketika mereka senang ataupun sedih, yang mereka lakukan bukanlah berbagi bersama sahabat tetapi berbagi status dengan teman fb. Seakan-akan teman fb telah mengerti mereka lebih jauh daripada teman nyata mereka. Mereka menceritakan apa yang mereka lalui seharian, dari bangun tidur sampai berangkat tidur. Bahkan mereka tidak mau tidur karna tidak ingin ketinggalan hal terbaru. Mereka lupa untuk melakukan kegiatan lainnya, belajar, membantu orang tua, bekerja bahkan untuk makan saja harus sambil online.

Tetapi yang perlu diwaspadai adalah hal ini. Seringnya kamu ber-fb ria, selain menimbulkan kecanduan hal lainnya juga akan menyebabkan kamu mengalami kesulitan untuk membedakan hal nyata dan tidak nyata, yaitu gejala penyakit Neurotik Skizofrenia. Skozofrenia berasal dari dua kata, yaitu “ Skizo “ yang artinya retak atau pecah (split), dan “ frenia “ yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari, 2003). Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri. Skizofrenia Tipe I ditandai dengan menonjolnya gejala-gejala positif seperti halusinasi, delusi, dan asosiasi longgar, sedangkan pada Skizofrenia Tipe II ditemukan gejala-gejala negative seperti penarikan diri, apati, dan perawatan diri yang buruk. Skizofrenia terjadi dengan frekuensi yang sangat mirip di seluruh dunia. Skizofrenia terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama. Gejala-gejala awal biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan.Pria biasanya mengalami perjalanan gangguan yang lebih berat dibanding wanita. Sepuluh persen penderita skizofrenia meninggal karena bunuh diri.

Nah…untuk menghindari hal itu terjadi pada kamu, lebih baik mulai sekarang kamu mengontrol diri untuk tidak selalu ber-fb ria. Bukan berarti kamu harus tutup mata dengan jejaring sosial saat ini, tetapi alangkah lebih bijaksananya jika kamu lebih mementingkan kehidupan nyatamu daripada kehidupan mayamu.

Posted in: about task